Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bau menyengat mengganggu kenyamanan warga penghuni Bantaran DAS Cidurian (Kali Bau).

Kamis, 27 Maret 2025 | Maret 27, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-27T11:00:51Z

 


Lensakriminal, Kabupaten Tangerang - Ada sebuah fenomena aneh bin ajaib di daerah aliran sungai (DAS) Cidurian, masyarakat biasa menyebutnya “Kali Bau” yang berada di perbatasan wilayah Desa Pasar Kemis dan Desa Sukamantri tercium aroma menyengat seperti Thiner sekitaran aliran sungai tersebut, Kamis (27/03)


‎Team Alap Alap mencoba meneliti dan menelusuri apa yang menjadi penyebab hal tersebut, dan setelah menelusuri ternyata daerah aliran sungai tersebut adalah pembuangan limbah Domestik (pembuangan sisa air kebutuhan masyarakat,-red) dan juga jalur pembuangan air sisa penggunaan produksi yang diduga dari kawasan industri Bunder


‎Hal menarik selain dari bau dari aliran sungai tersebut, yang terjadi setiap pagi dini hari adalah sedimentasi telah menumpuk sehingga terjadi pedangkalan pada daerah aliran sungai, membuat masyarakat sekitar was-was akan hadirnya banjir ke daerah tempat tinggal warga sekitar


‎Salah satu masyarakat bantaran sungai Cidurian, berinisial B, mengatakan, pihaknya mengaku adanya aroma tak sedap itu membuat warga terganggu kenyamanannya,


‎ ” Sudah beberapa hari ini tercium bau seperti Thinner, dimulai pada maghrib sampai dengan subuh bau itu tercium sangat menyengat sekali dan mengganggu kenyamanan warga setempat, ” ujarnya, Kamis (27/03)


‎Sudah beberapa tahun kebelakang, kata B pernah dinormalisasi oleh TNI, namun sampai dengan saat ini penumpukan tanah kembali melonjak hingga menjadi rumput liar,


‎” Memang beberapa waktu lalu sudah pernah dinormalisasi oleh pihak TNI, namun itu sudah 2 atau 3 tahun ke belakang dan saat ini telah menjadi penumpukan kembali tanah – tanah bahkan menjadi rumput liar, ” lanjutnya


‎Ia berharap, pemerintah turun tangan dan menindak tegas apabila Industri membuang limbah sembarangan hingga menormalisasikan kembali agar tidak menjadi kekhawatiran masyarakat terdampak,


‎” Harapan untuk kedepannya, agar pemerintah daerah menemukan solusi untuk Bau yang menyengat ini dan yang utama adalah normalisasi kembali sepanjang daerah aliran sungai ini agar tidak menjadi kekhawatiran bagi warga yang pernah terdampak oleh banjir pada beberapa tahun kebelakang, ” pungkasnya.


‎Lebih parahnya, beberapa waktu lalu saat hujan lebat, kali tersebut meluap sampai genangi Mushollah pada warga yang hendak melakukan ibadah sholat tarawih dan kendaraan harus diungsikan ke halaman sekolah,


‎” Kalau hujannya tambah terus karena dari arah kali bau ini makin tinggi airnya maka kendaraan bisa ditaruh di halaman Sekolah Dasar, ” tandasnya, Senin (17/03) lalu


‎Sampai berita ini diturunkan, belum ada kutipan resmi dari pihak terkait. 

(Red/PWTR)

×
Berita Terbaru Update